***
Dia berjalan kearahku. tersenyum dengan manisnya. "Kamu nunggu aku?".
Aku hanya mengangguk, meng-iyakan pertanyaannya. Dia tersenyum lagi. Tiap senyumannya membuat dadaku sesak dan berdebar. Sial, aku sangat menyukai senyumannya. "Kamu mau cerita sesuatu kan??" tanyanya dengan penuh keyakinan.
"Kevin, aku nggak bisa beradaptasi di kelas. Emang aku egois yaa??" aku menyampaikan keljh kesahku kepadanya. Seperti biasa, menunggunya pulang sekolah di pohon tua ini lalu menyampaikan keluh kesahku kepadanya.
"Iya, kamu egois. Tapi semua cewek cantik itu kayak gitu. Hehe..." jawabnya asal. Tapi, Smash! dia membuat hatiku berdegup lebih kencang. kali ini senyumnya benar benar senyum maut! kata-katanya jelas menyebut aku cantik. Walau aku tahu kalau kata-kata itu hanya berisi gurauan.
"Heh!" katanya membuyarkan lamunanku. "Kamu pikir aku cuma bercanda aja yaa?? Enggak. Aku serius. Kamu emang cantik.". Yakk!! kata-kata itu membuat jantungku serasa ingin copot.
"Ah, tauk ah. Aku pulang ya... aku udah disini dari tadi," kataku yang coba menghindarinya sambil berjalan pulang dengan sedikit terburu-buru. sesekali ku tengok kebelakang. Dia menatapku sambil tersenyum. Sepertinya dia sadar kalau aku salah tingkah dibuatnya.
Baru saja aku sampai rumah, aku langsung menerima sms darinya. Ah, benar-benar, dia tak henti-hentinya mengagetkanku. Membuat hatiku berdegup kencang. Aku langsung membuka sms itu.
"Pipimu tadi merah banget, lucu. udah sampai rumah kan?" aku membaca sms-nya.
"apaan sih >,< ?! aku udah sampai rumah," balasku. Aku terus sms dan chating dengannya. Rasanya senang karena ada seseorang yang mau memperhatikan aku.
Aku cuma seorang anak perempuan smp yang kurang perhatian di rumah karena ayah dan ibuku sibuk dengan urusan bisnis mereka. Mereka lebih mementingkan klien mereka daripada aku. Sebenarnya anak mereka aku atau klien bisnis sih? Ayah dan ibuku bahkan sering bertengkar sambil membawa-bawa kata cerai saat ada sesuatu yang salah pada bisnis mereka.
Aku lebih sering bermain di rumah teman atau kadang hanya mengurung diri saja di kamar. Karena itu, kehadiran Kevin sangat bermakna buat aku. Seperti aebuah daun baru di Pohon yang hampir kering. Aku bahkan masih belum 1 tahun mengenalnya. Tapi aku sudah merasa sangat nyaman dengannya.
Andai Kevin tahu kalau aku sangat menyukainya. Apakah dia akan membalas cintaku, atau malah menolakku? Aku tidak tahu. Yang jelas, dapat bersamanya sebagai sahabat seperti ini saja sudah membuatku senang. Aku ingin hal ini terua terjadi dalam hidupku.
Di chapter ini pasti kalian belum maksud kenapa gw ngasih judul ini kan?? sebenernya, cerita ini sedikit ngambil dari kisah hidup gw. Mungkin kalian bakal tau kenapa gw ngasih judul ini di chapter selanjutnya. Tunggu yak.... :v :D
Aku cuma seorang anak perempuan smp yang kurang perhatian di rumah karena ayah dan ibuku sibuk dengan urusan bisnis mereka. Mereka lebih mementingkan klien mereka daripada aku. Sebenarnya anak mereka aku atau klien bisnis sih? Ayah dan ibuku bahkan sering bertengkar sambil membawa-bawa kata cerai saat ada sesuatu yang salah pada bisnis mereka.
Aku lebih sering bermain di rumah teman atau kadang hanya mengurung diri saja di kamar. Karena itu, kehadiran Kevin sangat bermakna buat aku. Seperti aebuah daun baru di Pohon yang hampir kering. Aku bahkan masih belum 1 tahun mengenalnya. Tapi aku sudah merasa sangat nyaman dengannya.
Andai Kevin tahu kalau aku sangat menyukainya. Apakah dia akan membalas cintaku, atau malah menolakku? Aku tidak tahu. Yang jelas, dapat bersamanya sebagai sahabat seperti ini saja sudah membuatku senang. Aku ingin hal ini terua terjadi dalam hidupku.
*chapter 1 Naughty Kevin End*
0 komentar:
Posting Komentar